B)

KONOSUBA : Jilid 1 Bab 1 [TRANSLASI INDO] Part (2/8)



Pertama, saya ingin minta maaf karena delay. Untuk minggu ini saya langsung post semua sisa bagian dari bab 1. Saya delay karena saya dan teman saya yang review sedang sibuk karena kampus. Minggu depan karena saya UAS dan teman saya sedang proposal oleh karena itu kami langsung mengeluarkan langsung sisa bagian dari Bab 1. Sekali lagi kami mohon maaf dan selamat membaca.
-------------------------


#Bagian 2

“Oke~ kerja bagus semuanya~! Hari ini cukup sampai disini! Ini adalah bayaran untuk hari ini”

“Terima kasih. Dan kerja bagus untuk hari ini Boss!”

“ya, kerja bagus juga untuk kalian.”

Setelah Boss menagatakan pekerjaan hari ini telah usai, Aqua dan aku menerima bayaran kami masing-masing, dan membungkuk dan berterima kasih kedapanya.

“Semuanya, aku pulang duluan ya!”

“Oke sampai jumpa~”

“Oh, oke. Terima kasih atas kerja kerasnya! Aku akan bergantung kepadamu juga besok.”

Aku dan aqua mengatakan hal itu sambil malembaikan tangan kepada pekerja lain.

Setelah berpisah dari pekerja lain, kami mulai meninggalkan lapangan pekerjaan.

Ah, aku bekerja keras juga hari ini.

Bahkan sekarang aku sadar bahwa sebelumnya aku aadalah seorang hikkikomori.

Aqua dan Aku mengambil jatah masing-masing dan pergi ke pemandian umum.

Pemandian umum disini tidak terlalu berbeda dengan di jepang.

Walaupun aku mendapat standar dari pekerjaan, pajak masuk disini sangat tinggi ketimbang di jepang. Tetapi aku tidak bisa mengubah kebiasaanku yang mandi setelah selesai bekerja.

“Ah~.. Aku hidup lagi~..”

Aku tenggelamkan bahuku yang pegal ke air yang hangat, melepaskan lelah yang kudapat dari kerja.

Tempat ini terlihat dari abad pertengahan, aku merasa sangat mewah ketika berendam disini, tetapi mungkin hanya aku saja yang berpikir seperti itu.
Aku sangat bersyukur.

Seusai berendam, Aqua melihat Aqua yang menungguku di depan pintu masuk pemandian.

Berendam lebih lama dari perempuan mungkin berlebihan, tapi ini adalah hal wajar bagi orang jepang sepertiku.

“Kamu mau makan apa hari ini?” Aku mau steak kadal bakar, dan bir dingin.”

“Aku sedang ingin makan daging juga. Kalau begitu ayo kita ke kedai minum dan pesan paket makan dua steak kadal bakar.”

“Setuju!”

Setelah selesai makan malam, Aqua dan aku tidak punya hal untuk dilakukan dan pulang ke kandang.

Kami membuat tempat tidur dari jerami yang tidak terkena kotoran kuda, dan mulai berbaring.

Aqua tidur disampingku seperti biasa.

“kalau bagitu, selamat malam~”

“Selamat malam, Phew.. aku bekerja keras hari ini juga..”

Akupun mulai menutup mata dan menuju negeri mimpi.

“Tidak, tunggu sebentar.”

Aku tiba-tiba bengun.

“Ada apa? Kamu lupa ke kemar mandi? Di luar sudah gelap, mau aku temani?”

“Bukan itu, tunggu sebentar. Aku merasa aku seperti hidup mengikuti buku manual sejauh ini.”

Itu benar.

Sudah lewat 2 minggu. Aqua dan aku mulai bekerja memperbaiki dinding yang menutupi kota dari dunia luar.

Kami adalah kuli bangunan.

Ini bukankah berbeda jauh dengan hidup petualang yang aku dambakan pada saat ke dunia ini. Dan anehnya, kenapa Aqua tidak protes dengan hidup kita yang seperti ini?

Bukannya kamu ini dewi?

“Kalau gak kerja, yang gak bisa makan. Bukanya hal itu sudah umum? HikiNEET benar-benar suka milih-milih. Kalau kamu mau, kamu bisa bekerja sebagai penjaga toko juga!”

“Bukan! Bukan itu. Bagaimana aku bilangnya? Aku ini kemari untuk merasakan ketegangan pada saat melawan monster! Kehiidupan semacam itu! Dan bukankah dunia ini sedang dilanda krisis karena penjajahan Raja Iblis? Tapi anehnya kenapa disini sangat damai? Bahkan tidak ada tanda-tanda iblis disini sama sekali hoi!”

Aku mulai kesal pada saat berbicara dan suaraku terdengar nyaring dan mulai membuat tetangga samping marah.
 “WOI BERISIK LU!”

“Ma-maaf!”

Petualang yang baru memulai karirnya itu miskin.

Jadi sangat mustahil bisa menyewa penginapan untuk tidur setiap hari.

Normalnya, mereka akan patungan untuk membayar uang  sewa penginapan kecil dengan petualang lain.

Atau mereka mereka akan melakukan hal yang sama seperti kami lakukan dan tidur di kandang kuda.

Benar sekali, ini sangat berbeda dengan gaya hidup petualang yang aku selalu aku tunggu.

Tidur di penginapan setiap hari sama seperti tidur di hotel berhari-hari jika di jepang.

Itu sangatlah tidak mungkin jika tidak punya pendapatan yang besar.
Dan tepatnya lagi pendapatan kami itu tidak stabil.

Ini tidak semudah seperti mengambil ‘misi’ mencari tumbuhan obat dan melawan monster seperti di dalam game.

Monster tidak akan menjatuhkan uang atau item ketika kamu membunuhnya.

Monster yang biasanya tinggal jauh di dalam hutan dekat kota sudah lama punah.

Hutan menjadi aman setelah monster tidak ada, jadi orang-orang tidak membuat permintaan untuk mencari tumbuhan obat atau material yang mereka butuhkan.

Tentu saja ini normal.

Bahkan diluar dinding sangat aman hingga anak kecil bermain di luar kota.

Di gerbang ada beberapa penjaga, tetapi ketimbang menjaga gerbang masuk kota, lebh mudah untuk memburu monster yang berbahaya karena hutan tidak terlalu luas.

Ini benar-benar logika sebuah logika sehat dan masuk akal, akan tetapi aku berharap tidak mau seperti ini.

Tidak ada pekerjaan sepele seperti, Petualang yang terlihat tangguh ketimbang penduduk biasa dapat menghabskan sebagian waktunya untuk memanen tumbuhan obat dan rempah-rempah yang mudah di temukan di hutan yang aman, dan menerima uang yang cukup untuk makan dan menyewa penginapan.

Jadi bisa dibilang pekerjaan yang mudah itu tidak ada.

Jepang adalah salah satu negara yang maju di dunia, tetapi tetap saja tidak ada orangyang bisa tinggal di penginapan setiap hari dengan pendapatan harian mereka.

Upah minimal standar? Aturan kerja buruh? Apa-apan itu, apakah kita bisa memakannya?

Itulah dunia lain ini.

“ini tidak berguna, bahkan jika kamu memberitahuku hal seperti itu. lagipula Kota ini sangatlah jauh dari lokasi kastil raja iblis. Mereka juga ngapain datang kemari untuk menyerang kota pemula seperti ini. Lagipula Kazuma mau hidup layaknya petualang bukan? Kau bahkan tidak punya peralatan untuk bertempur.”

 Aqua langsung menyerang langsung ke poin masalah, dan aku tidak bisa protes.

Itu adalah kenyataannya. Aqua dan aku bahkan tidak punya perlengkapan awal. Kami berharap bisa membelinya, oleh karena itu kami bekerja keras sebagai kuli bangunan.

“Ak juga mulai bosan bekerja sebagai kuli bangunan... aku tidak datang ke dunia ini untuk menjadi buruh. Aku datang ke dunia dimana tidak ada komputer dan game untuk bisa merasakan petualangan. Dan bukannya kamu mengirimku kemari untuk membunuh raja iblis?”

Setelah mendengar hal yang ku katakan, Aqua terdiam dan terlihat bingung, lalu tiba-tiba raut wajahnya seperti baru mengingat sesuatu dan menjawab :

“Oh iya! Aku baru ingat tentang hal itu! Aku terlalu fokus dengan pekerjaan buruh hingga lupa hal tersebut. Aku tidak bisa pulang kalau kazuma tidak mengalahkan raja Iblis.”

Mendengar jawaban bodohnya itu, aku jadi ingat dengan kata-kata wanita loket. Ternyata kecerdasan gadis ini benar-benar di bawah rata-rata.

“Oke, kalau begitu ayo kita menantang raja Iblis! Jangan takut, larena ada aku disini! Kamu tunggu saja kemampuan hebatku!”

“itu membuatku tidak nyaman.. tetapi bagaimanapun kamu ini seorang dewi mau. Jadi aku bergantung pada mu! Oke, kita kana beli sebuah senjata dan armor murah dengan uang yang kita sisihkan dan pergi untuk mencari EXP besok!”

“Serahkan saja padaku!”

“WOI BUKANNYA GUA UDAH BILANG JANGAN BERISIK! MAU GUA HAJAR LU?!”

“Kami benar-benar minta maaf!” x2

Setelah minta maaf kepada petualang lain, aku mulai tidur dengan perasaan berdebar-debar.

SebelumnyaSelanjutnya
KONOSUBA : Jilid 1 Bab 1 [TRANSLASI INDO] Part (2/8) KONOSUBA : Jilid 1 Bab 1 [TRANSLASI INDO] Part (2/8) Reviewed by FMI on 14.13.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Komentar Yang Baik , Bahasa Yang Sopan.

Jika Link Rusak Atau Hilang Tolong Komment!
Thanks.

ads
Diberdayakan oleh Blogger.